Rabu, 07 Juli 2010

KOMPAS.com -- Liputan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan - Ballack: Ini Saatnya Jerman


Ballack: Ini Saatnya JermanJOHANNESBURG, KOMPAS.com — Pemain Jerman, Michael Ballack, yakin bahwa Piala Dunia 2010 ini adalah saat yang tepat bagi Jerman untuk meraih gelar Juara Dunia keempat kalinya. Penampilan impresif "Die Mannschaft" di dua laga terakhir menjadi alasan utama keyakinan "mantan" kapten Jerman itu.Kendati demikian, Ballack tetap mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap mewaspadai Spanyol. Mantan pemain Chelsea itu mengakui, laga lawan Spanyol di semifinal bakal jadi pertandingan sulit. Namun, Ballack percaya, timnya mampu mengalahkan pasukan "Matador" malam nanti."Tentu sulit untuk mengalahkan Spanyol malam nanti, tapi inilah saatnya bagi kami," cetus Ballack dengan pede."Kami memainkan sepak bola terbaik di turnamen ini, sama seperti yang dilakukan Spanyol dua tahun lalu. Tiap tim mengalami naik turun, tapi merupakan kemampuan tersendiri untuk bisa mencapai puncak performa saat turnamen berjalan. Inilah kemampuan Jerman. Saya pikir Inggris bermain sangat bagus di kualifikasi, tapi tidak memberi dampak apa-apa di turnamen. Kami adalah kebalikan dari Inggris," sambung pemain berusia 33 tahun ini.Lebih lanjut, Ballack mengatakan bahwa memainkan sepak bola yang menarik saja tidak cukup bagi Jerman. Bagi pemain yang kini merumput di Bayer Leverkusen itu, kemenangan adalah tujuan utama dari skuad "Der Panzer" mengikuti Piala Dunia."Sangat hebat bisa memainkan sepak bola menarik, tapi tim ini butuh memenangi sesuatu. Kami cuma ada di semifinal dan tak ada untungnya membandingkan antara dua kemenangan besar dengan satu kekalahan. Tim 1990 menang dan itulah yang mereka inginkan. Inti dari ikut serta di turnamen ini adalah memenangkannya," kata Ballack.
KOMPAS.com -- Liputan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan - Ballack: Ini Saatnya Jerman

Blogged with Flock

Minggu, 06 Juni 2010

hari ini soekarno lahir

Soekarno - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966.[1] Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.[2] Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan ia sendiri yang menamainya Pancasila.[2] Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya - berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat - menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan.[2] Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.[2] Setelah pertanggung jawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.[2

Blogged with Flock

JAM BERAPAKAH INI..